Yuk, Pahami Stres Akademik saat Pandemi

“Aku lagi capek banget sekarang. Jadwal sekolah online terasa padat ditambah pemberian tugas. Sekolah online membuatku stres.” A, wanita 15 tahun. 

Pernah nggak sih kalian mengalami hal tersebut? Belakangan ini cukup banyak siswa yang mengeluhkan hal itu. Jika itu terjadi pada kalian, berarti kalian sedang mengalami stres akademik. 

Apa itu stres akademik?

Stres yang terjadi di lingkungan atau dalam konteks pendidikan biasa disebut sebagai stres akademik. Stres akademik adalah tidak sesuainya tuntutan lingkungan dengan kemampuan yang dimiliki siswa sehingga muncul reaksi fisik, perilaku, dan pikiran serta emosi negatif pada siswa tersebut. Stres akademik meliputi pikiran siswa yang dipenuhi materi yang harus dikuasai dan adanya pikiran ketidakmampuan untuk mengembangkannya. 

Lalu darimana sumber stres akademik ini?

Academic stressor atau pemicu stres akademik ini bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri, seperti banyak tugas, mendapatkan nilai ujian yang jelek, tidak naik kelas, dan durasi pembelajaran serta masih banyak lagi. Selain itu, menurut artikel verywell family, tingkat stres dan kecemasan siswa mengalami peningkatan selama pandemi covid-19. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat stres keluarga yang berdampak negatif terhadap kemampuan akademik siswa.

Nah, bagaimana cara kita mengurangi stres akademik ini?

Siswa membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial disekitarnya. Apalagi saat pandemi seperti ini, peran orangtua sangat dibutuhkan sebagai dukungan sosial pelaksanaan pembelajaran online. Orang tua dapat memberi dukungan sosial berupa :

  • Luangkan waktu untuk berbicara, orang tua dapat membicarakan pandemi dan bagaimana dampaknya pada siswa. Hindari pembicaraan yang menggurui dan banyak aturan serta terlalu banyak membahas mangenai bahaya yang disebabkan oleh virus sehingga mengakibatkan kecemasan.
  • Menyediakan fasilitas yang memadai, seperti gadget, lingkungan yang kondusif.
  • Membantu siswa dalam memahami materi, dapat dilakukan oleh orang tua sendiri maupun dibantu oleh guru bimbel (bimbingan belajar) sehingga materi yang diterima saat pembelajaran online dipahami dengan baik oleh siswa.
  • Memberi motivasi dan aspirasi positif, perhatikan setiap perkataan yang keluar. Cara orang tua berbicara kepada anak dapat meningkatkan semangat atau bahkan sebaliknya, oleh karena itu perlu menjaga emosi tetap stabil sehingga siswa akan belajar hal positif dari orang tuanya.

Solusi terbaik sebenarnya berasal dari diri siswa tersebut loh. Hal itu dapat dilakukan dengan cara seperti :

  • Positive thinking, pola pikir positif yang dimiliki siswa dapat mempermudah dirinya melewati masa sulit ini dan mengerjakan tugas dengan senang hati.
  • Emotional Resilience, yaitu kemampuan siswa menghadapi pengalaman negatif dengan menenangkan dirinya sendiri. Motivasi intrinsik supaya siswa dapat menyesuaikan diri dengan stres dan bangkit dari kesulitan. 

Sekolah menjadi hal penting, namun ada yang lebih penting sebelumnya, yaitu kesehatan mental dan fisik siswa itu sendiri. Apabila keduanya berjalan seimbang, maka akan didapatkan banyak keuntungan untuk siswa tersebut. Stay safe and healthy. 

Referensi

https://positivepsychology.com/emotional-resilience/

https://www.verywellfamily.com/how-to-face-the-uncertainty-of-the-upcoming-school-year-with-confidence-5071225

Barseli, M., Ifdil, I., & Nikmarijal, N. (2017). Konsep stres akademik siswa. Jurnal konseling dan pendidikan, 5(3), 143-148.

Penulis : Winda Kusuma Ayu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
💬 Ada yang bisa kami bantu kak?
Hi Kak👋
Ada yang bisa kami bantu?